Suara62.id || Jakarta – Pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (DIVPROPAM) MABES POLRI akhirnya angkat bicara terkait seputar masalah mafia mobil yang diduga melibatkan deretan oknum polisi di Polda Bali. Tanpa pandang bulu, pihak Divpropam Mabes Polri segera menindak tegas terhadap para oknum anggota polisi nakal.

“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk menertibkan para oknum polisi yang melenceng dari kedinasan. Silahkan kumpulkan alat bukti dan serahkan kepada kami dan pasti akan kami sikapi,” ujar AKBP Mardiana, petugas Pelayanan dan Pengaduan Div Propam Mabes Polri di ruang kerjanya Jl.Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan kepada PristiwaNews.Com. 16-09-2025.

Menurut Mardiana, jika kasus ini melibatkan banyak korban, maka harus ada salah seorang yang diberi kuasa oleh para korban. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah penyelsaian masalah karena tidak terlalu banyak melibatkan korban.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Briptu Dinda. “Silakan isi form yang telah kami sediakan. Tulis kronologis singkat tempat kejadian perkara di Polsek, Polres atau Polda Mana pun, juga nama terlapor, pangkat dan dari kesatuan mana,” ungkap Polwan berparas cantik itu dengan ramah, usai membaca link berita PristiwaNews.Com berjudul ”POLISI LINDAS PILISI YANG MATI KEADILAN”.

itu, terkait dugaan penipuan, penggelapan dan perampasan mobil di wilayah hukum Polda Bali yang diduga melibatkan deretan oknum polisi. Jajaran oknum polisi di div propam Polda Bali.

Selain menggilas roda ekonomi masyarakat yang mengais rejeki di bidang rental mobil di Bali, delapan anggota polisi pun ikut terlindas habis atas kebijakan ngawur yang dilakonkan oleh para oknum perwira Polda Bali itu sendiri.

Dua dari delapan korban polisi atas mafia mobil itu, Aiptu Nyoman Sukarma dan AKP Dr. Ketut Paang SH, MH sempat ditemui wartawan di Denpasar. “Kami ini korban. Kami pernah beli mobil ke Erik Ceper, ternyata wujud mobilnya tak pernah ada alias kami ditipu,” ujar Sukarma yang mengaku pernah dua kali melaporkan Erik ke Polda Bali tapi tak pernah ditanggapi.

Sementara Erik sang pengusaha rental mobil itu, diduga kuat bekerjasama dengan jajaran oknum polisi di Polda Bali untuk melaksanakan aksi kejahatan. Erik beberapa kali kesandung masalah perampasan dan penipuan mobil dan telah dilaporkan ke Polda Bali, ternyata laporan itu mandek begitu saja. Erik terkesan kebal hukum karena diduga kuat dibackingi para oknum polisi Polda Bali yang merangkap menjadi pengusaha rental mobil. Erik hingga kini masih melenggang bebas tak pernah menyandang status tersangka apalagi di tahan.(Red)

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *