Suara62.id | Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya akan memburu para penyelundup hingga ke akar-akarnya, tanpa pandang bulu tanpa takut siapapun yang ada dibelakang mereka.
“Negara ini terlalu lama dirugikan oleh praktik kotor penyelundupan, kalau ada yang main di belakang, Saya tidak peduli. Saya punya presiden Prabowo”, Ujarnya dengan nada mantap.
Purbaya menilai penyeludupan bukan sekedar kejahatan ekonomi, tetapi juga penghianatan terhadap rakyat, Karena merampas potensi penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan publik.

Namun, diduga jaringan rokok Ilegal tanpa cukai dari luar Negeri atau merk rokok luar Negeri yang dipalsukan oleh jaringan Setiven memiliki banyak pembeking yang sampai saat ini Steven tidak dilakukan pemanggilan oleh Menkeu, Purbaya.
Padahal, Setiven merupakan sindikat rokok Ilegal jaringan internasional yang dibeking banyak oknum. Berdasarkan informasi, pembuatan rokok Ilegal tersebut di negara Philipina, lalu diselundupkan melalui jalur laut ke wilayah Batam dan Tungkal Jambi.

“Diselundupkan melalui jalur laut ke Batam dan Tungkal Jambi dengan sebuah kontainer berwarna biru yang berisikan penuh rokok Ilegal milik Setiven. Selanjutnya diedarkan di Jakarta-Tangerang melalui lapak-lapak penjual rokok ilegal yang bukanya hanya sore sampai malam hari,” beber mantan pekerja Setiven.
Masyarakat menunggu ketegasan dan komitmen penuh dari Menteri Keuangan agar segera melakukan tindakan dan membongkar sindikat jaringan rokok ilegal Setiven yang jelas merugikan negara. Untuk menertibkan oknum dan menindak siapapun yang terlibat.
Publik pun menunggu tindakan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk melawan mafia ekonomi yang selama ini merugikan negara Indonesia. (*)