Suara62.id || Surabaya – Inovasi pertanian yang tidak biasa hadir dari Kabupaten Lombok Utara (KLU). Seorang pelopor budidaya kurma lokal berhasil melakukan eksperimen unik: mengawinkan tanaman kurma dengan salak. Hasilnya disebut buah baru yang memiliki rasa manis seperti kurma, namun tahan terhadap kelembaban tinggi layaknya salak.

Inovasi ini digagas oleh Arif Munandar, atau yang akrab disapa Uaq Dolah, pendiri Ukhuwah Datu Nusantara, komunitas pelopor pengembangan Kurma Kumari di Lombok Utara. Varietas Kurma Kumari sendiri sebelumnya telah diakui secara internasional dan tercatat dalam Khalifa International Dates Palm and Agriculture Innovation (KIDPAI), lembaga inovasi pertanian kurma dunia.

Dalam wawancara langsung via WhatsApp, Uaq Dolah menjelaskan bahwa ide kawin silang kurma dan salak muncul dari keinginan agar tanaman kurma bisa beradaptasi di daerah tropis dengan curah hujan tinggi.

“Kurma ini aslinya tanaman gurun, tapi kami ingin menciptakan jenis baru yang bisa tumbuh subur di Indonesia tanpa kehilangan rasa manisnya. Dari situlah muncul ide mengawinkan kurma dengan salak,” jelas Uaq Dolah, Sabtu (8/11/2025).

Uji coba dilakukan sejak tiga tahun lalu dengan melibatkan tiga batang kurma betina yang telah berusia empat tahun. Proses polinasi menggunakan serbuk sari dari tanaman salak, dan seluruhnya berhasil berbuah. Menurut Dolah, karakter buah yang dihasilkan memiliki cita rasa khas kurma namun mampu tumbuh di wilayah lembab seperti salak.

Kini, penelitian lanjutan tengah dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BRIDA NTB, serta akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Brawijaya (Unibraw). Mereka mencatat perkembangan ilmiah dari proses kawin silang hingga pembentukan buah sebagai bagian dari verifikasi riset.

“Kalau uji ilmiahnya lolos dan disetujui untuk dipatenkan, ini akan jadi yang pertama di dunia. Lombok Utara akan tercatat sebagai daerah pelopor kurma tropis,” tambahnya.

Selain pengujian genetik, tim juga tengah menyiapkan metode pengembangbiakan dengan dua cara: melalui biji secara konvensional dan lewat kultur jaringan untuk mempercepat perbanyakan bibit unggul.

Meski masih dalam tahap awal, seperti yang dikutip dari akun Facebook Kopi Pagaralam, hasil uji coba ini dianggap sebagai terobosan besar dalam dunia pertanian tropis. Jika berhasil dikembangkan, varietas kurma-salak tersebut berpotensi menjadi komoditas unggulan baru dari Lombok Utara.

Penulis Agus Indiyono

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *