suara62.id || Jepara – Upaya penebusan motor Honda CRF Trail milik Deny Suseja berakhir ricuh. Alih-alih menerima kembali motornya setelah mentransfer uang Rp15 juta, tiga anggota Grib Jaya Jepara yang membantu proses penebusan justru menjadi korban pengeroyokan sekitar 15 orang di wilayah Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Jepara, pada Jumat (28/11/2025) pukul 13.00 WIB.

Insiden itu terjadi setelah pihak pemegang motor yaitu Robby, Ade, dan Ridho sempat tidak bisa dihubungi. Nomor mereka mendadak tidak aktif sesaat setelah Deny melakukan transfer untuk penebusan motor yang sebelumnya ia gadaikan.

Karena curiga, Deny kemudian meminta bantuan tiga anggota Grib Jaya PAC Mayong, yaitu Bambang, Ahmad, dan Fais, untuk mendatangi lokasi yang disepakati.

Namun, begitu tiba di tempat perjanjian, situasi berubah mencekam.

Langsung Dikeroyok, Tak Ada Kesempatan Mediasi

Ketiga anggota Grib Jaya mengaku sama sekali tidak diberi kesempatan berbicara, apalagi mediasi. Mereka langsung diserang oleh kelompok yang diperkirakan berjumlah hingga 15 orang.

“Begitu sampai, belum sempat bicara apa-apa, langsung pengeroyokan,” ujar Fais, satu-satunya korban yang tidak dirawat inap.

Sementara itu, Bambang dan Ahmad mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan inap di RSUD Kartini Jepara. Salah satu baju anggota Grib bahkan robek akibat serangan brutal tersebut.

Fais mengenali satu di antara pengeroyok itu, yaitu Leman, sosok yang dikenal sebagai depkolektor (DC). Namun ia tidak mengetahui mengapa depkolektor bisa ikut dalam urusan gadai motor pribadi.

“Saya tahu wajahnya Leman, tapi yang lain saya tidak kenal,” ungkapnya.

Transfer Selesai, Nomor Hilang, Motor Tak Kunjung Dikembalikan

Kasus bermula dari penebusan motor Honda CRF Trail yang digadaikan seharga Rp15 juta. Transfer telah selesai, namun motor tidak kunjung diserahkan karena pihak pemegang motor tiba-tiba sulit dihubungi.

Baru setelah Deny datang bersama tiga anggota Grib, nomor WhatsApp tersebut kembali aktif dan pertemuan ditentukan. Namun bukannya motor kembali, justru pengeroyokan yang terjadi.

Pengeroyok Ikut ke Kantor Polisi, Korban Dibawa Visum

Setelah insiden itu, para pengeroyok justru ikut bergerak menuju Polsek Welahan, kemudian Polsek Tahunan, dan akhirnya Polres Jepara.

Dua korban yang luka parah telah menjalani visum di RSUD Kartini Jepara. Laporan resmi dibuat atas nama Ahmad dan Bambang, keduanya anggota Grib Jaya PAC Mayong.

Kasus kini masuk ranah hukum dan menunggu tindakan lanjutan dari Polres Jepara.

Dugaan Motif Tambahan: penipuan dan pengelapan

Beredar kabar bahwa pihak pemegang motor diduga menjual selain keuntungan tambahan sekitar Rp1,5 juta dari transaksi penebusan tersebut. Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Ada Depkolektor dan Anggota Ormas dari Kudus

Dari informasi yang diterima awak media, selain keberadaan sosok depkolektor asal Kudus, diduga ada oknum anggota yg mengatas namakan raiders dan dari organisasi masyarakat lain yang berasal dari Kudus ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Hal ini semakin menambah tanda tanya besar mengenai motif dan jaringan yang terlibat.

Mengapa Depkolektor Terlibat dalam Gadai Motor?

Pertanyaan besar kini muncul di tengah publik:

Bagaimana mungkin depkolektor dan kelompok ormas dari luar daerah bisa ikut campur dalam urusan gadai motor antarindividu?

Hingga saat ini, pihak Grib Jaya mengaku belum mendapatkan penjelasan.

Kasus ini menambah panjang daftar konflik antara warga dengan pihak-pihak yang diduga bertindak sebagai penagih liar atau kelompok yang menggunakan modus gadai kendaraan untuk memperoleh keuntungan berlebih.

Publik Jepara Menunggu Langkah Tegas Polisi

Masyarakat Jepara kini menanti sikap tegas Polres Jepara, termasuk kemungkinan penangkapan para pelaku pengeroyokan, mengingat bukti visum telah ada dan laporan resmi sudah masuk.

Publik berharap kasus ini bisa mengungkap keterlibatan para pelaku, baik yang memainkan peran dalam transaksi gadai bermasalah maupun mereka yang melakukan kekerasan.
(sus/Jateng)

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *