Suara62.id| Tangerang,-Polresta Tangerang kembali melaksanakan kegiatan sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Selasa (23/6/2026), Polresta Tangerang menggelar kegiatan bakti sosial (baksos).

Baksos kali ini mengusung semangat kerukunan dan toleransi. Oleh karena itulah, baksos dilaksanakan di tiga tempat ibadah dari agama berbeda, yakni di Masjid Al-Muhdi di Kelurahan Bugel, Klenteng Tri Dharma Suci di Desa Sodong, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sutopo di Kelurahan Kadu Agung. Ketiganya berada di Kecamatan Tigaraksa.
‘Baksos dilaksanakan di tiga tempat ibadah agama berbeda, menunjukkan Polri hadir untuk semua masyarakat dari berbagai latar belakang,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Selain menyerahkan bantuan sosial, personel Polresta Tangerang bersama pengurus rumah ibadah dan masyarakat sekitar juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan tempat ibadah. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan sarana ibadah.

Indra Waspada lalu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Sekaligus wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Menurutnya, Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Tetapi juga harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi kami untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat,” kata dia.

Indra Waspada menambahkan, dipilihnya rumah ibadah dari berbagai agama juga menjadi simbol komitmen Polri dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.

Dia melanjutkan, Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan tanggung jawab bersama.
“Polri akan terus hadir untuk merawat persatuan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif,” ujarnya.


Indra Waspada berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

“Dengan kebersamaan, kita dapat terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.(*)
Apang Supriyadi