suara62.id | Jakarta – Komitmen Universitas Budi Luhur dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga bijak dalam kehidupan finansial kembali dibuktikan.

Melalui kolaborasi strategis bersama AIA, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan platform media Oppal, kampus menyelenggarakan program edukasi berskala besar “AIA SILABUS: For Healthier Gen, With Better Future”. Acara ini berlangsung serentak di dua lokasi kampus sekaligus, yaitu Ruang Theater dan Doktorandus Koffie pada Senin, 29 Juni 2026.

Kegiatan yang berfokus pada penguatan literasi finansial dan digital ini mendapatkan pengawalan dan dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti. Yayasan menilai bahwa di tengah maraknya fenomena penipuan digital dan pinjaman online yang kerap menyasar anak muda, pembekalan pengetahuan tata kelola keuangan dari lembaga resmi seperti OJK menjadi sebuah agenda yang sangat mendesak dan krusial bagi mahasiswa.

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., menegaskan posisi yayasan yang akan selalu berdiri di garda teropen untuk mendukung kegiatan edukasi preventif seperti ini.

Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi sekaligus mengarahkan mahasiswanya agar tidak salah melangkah di dalam ekosistem digital yang serba cepat ini.

Ketika ditemui usai penutupan acara untuk sesi wawancara eksklusif, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. memaparkan evaluasi positifnya terkait efektivitas program ini. “Acara hari ini merupakan langkah nyata dari kami di jajaran yayasan untuk memastikan mahasiswa Universitas Budi Luhur siap menghadapi tantangan dunia nyata. Kami ingin lahirkan generasi yang sehat secara mental, fisik, dan juga sehat secara finansial.

Melalui program AIA SILABUS ini, kami berharap para mahasiswa dapat menyerap ilmu langsung dari para pakar OJK dan AIA, sehingga mereka bisa menjadi motor penggerak literasi di lingkungan masyarakat luas,” paparnya dengan tegas.

Guna menarik minat keterlibatan mahasiswa secara aktif, workshop ini didesain secara interaktif dengan menggabungkan konsep seminar formal dan festival hiburan. Acara di area Theater berfokus pada bedah silabus keuangan, sementara area Doktorandus Koffie diramaikan dengan kompetisi The Next Digital Ambassador Hunt, sebuah ajang pencarian duta digital yang diharapkan mampu melahirkan kreator konten positif dan edukatif dari lingkungan internal kampus.

Dipandu oleh host Willy Winarko, suasana workshop berjalan sangat hidup dan penuh tawa. Antusiasme peserta semakin memuncak saat musisi Axelo naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu-lagu hits andalannya di hadapan para Blutizen. Kehadiran para figur publik ini sukses menjembatani materi edukasi keuangan yang terkesan berat menjadi materi yang ringan dan mudah dipahami oleh audiens muda.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif para mahasiswa, panitia memberikan sejumlah keuntungan eksklusif untuk menunjang aktivitas mereka. Kegiatan ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan profesional (networking) dengan para praktisi industri yang hadir, di samping fasilitas konsumsi berupa lunch box dan snack box gratis yang telah disediakan panitia agar para peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan nyaman.

Via : (Red)

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *