Suara62.id| Tangerang,- Pasir Jaya Cikupa, — Suasana penuh keakraban dan semarak kesenian tradisional mewarnai kegiatan walimatul khitanan yang digelar di kediaman Bapak Ustadz Joy Amarullah (Ki Go’ong), Perum Griya Pasir Jaya Blok E9A RT. 45 RW 03 Desa Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Tangerang dan untuk penggiat budaya kesenian nya beralamat di Kampung Bunut RT 07/RW 06, Desa Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Tangerang Banten. Pada Hari Minggu 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen syukuran keluarga, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelestarian seni dan budaya tradisional masyarakat. Sejumlah padepokan kesenian turut hadir dan menampilkan berbagai pertunjukan yang mendapat perhatian serta antusiasme dari keluarga, tamu undangan, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan kesenian ini dipimpin oleh Kesepuhan Kesti TTKKDH Satria Banten, Abah Sarnadi, bersama jajaran pengurus dan para pelatih. Turut hadir H. RT Asep Sudrajat, serta Bunda Itoh Masitoh selaku pengurus yang hadir langsung bersama para pelatih Kesti TTKKDH Satria Banten.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh dan kesepuhan padepokan, di antaranya Bapak Sumarno, Ketua Padepokan Putra Silih Asih Kecamatan Cikupa, serta Bapak RW Jumadi, selaku kesepuhan Padepokan Sekar Sejagat Kelapa Dua. Kehadiran para tokoh seni dan budaya tersebut semakin menambah semarak sekaligus mempererat hubungan antar-padepokan dan masyarakat.


Dalam pertunjukan, para penggiat seni tampil dengan penuh semangat dan memperlihatkan keterampilan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Banten. Iringan musik tradisional berpadu dengan gerakan seni bela diri dan atraksi budaya, menciptakan suasana hiburan yang meriah bagi para penonton.


Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para sesepuh, pengurus, pelatih, dan anggota padepokan untuk terus menjaga silaturahmi, kekompakan, serta keberlangsungan seni budaya tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

Bagi keluarga besar Bapak Ustadz Joy Amarullah (Ki Go’ong), kegiatan ini menjadi bagian dari rasa syukur atas terselenggaranya walimatul khitanan. Sementara bagi masyarakat Kampung Bunut, kehadiran berbagai padepokan menjadi hiburan tersendiri sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kesenian tradisional tidak hanya hadir sebagai hiburan dalam acara hajatan, tetapi juga terus menjadi sarana pelestarian budaya, pendidikan karakter, dan perekat persaudaraan masyarakat.(*)
Redaksi Apang Supriyadi