suara62.id | Jepara – M. Ade Arief Usman, akrab disapa Bang Joker, warga Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan dokter jaga di RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Kekecewaan tersebut disampaikan Bang Joker pada Kamis (01/10/2026), saat dirinya bersama keluarga masih menunggu dan menjaga anak kandungnya yang berusia sekitar satu tahun dan sedang menjalani perawatan di RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Bang Joker menceritakan, sehari sebelumnya, Rabu malam (30/09/2026), dirinya sedang menunggu anaknya yang dirawat RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Setelah menjalani pemeriksaan, anaknya kemudian menjalani rawat inap di ruang VVIP Ar-Raudhah.
Menurut Bang Joker, dalam proses penanganan tersebut, dokter jaga memberikan surat rujukan dan menyampaikan bahwa anaknya perlu mendapatkan tindakan medis berupa operasi.
“Rabu malam (30/09/2026) saat diberikan surat rujukan oleh dokter jaga yang menangani anak saya, dokter itu menyampaikan kalau anak saya harus diambil tindakan medis berupa operasi. Mendengar itu, saya dan istri kaget dan menolak menandatangani surat rujukan yang diserahkan oleh dokter tersebut,” ujar Bang Joker.
Ia mengaku semakin terkejut karena sebelumnya dirinya mendapatkan penjelasan bahwa anaknya mengalami gangguan pada pencernaan atau usus.

“Awalnya diagnosa dokter, anak saya ada gangguan pencernaan atau usus. Kemudian dokter tersebut menjelaskan kalau akan dilakukan tindakan operasi pada perut anak saya. Saya kaget dan kecewa karena tiba-tiba mendapatkan informasi tersebut. Tanpa konsultasi sebelumnya, dokter meminta saya menandatangani surat rujukan dan saya menolak,” tegasnya.
Bang Joker menilai, persoalan yang menjadi keberatannya bukan semata-mata mengenai rujukan, melainkan mengenai informasi medis yang menurutnya belum diterima secara lengkap sebagai orang tua pasien.
Ia pada hari Kamis siang (01/10/2026) kemudian meminta penjelasan kepada pihak RSI Sultan Hadlirin Jepara terkait keterangan yang disampaikan oleh dokter jaga pada malam tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri dr. Najih Rama Eka Putra, Sp.A., dr. Diah Indirasari, serta Hesti Dwi Marlina dari Humas, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dan Pemasaran RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Dalam pertemuan tersebut, Bang Joker kembali menyampaikan keberatannya. Ia juga mempertanyakan mengapa dokter jaga yang memberikan surat rujukan pada malam kejadian tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
“Dokter jaga yang memberikan surat rujukan juga tidak dihadirkan dalam pertemuan, jadi informasinya tidak berimbang. Apakah memang anak saya harus diambil tindakan operasi atau bagaimana SOP bagi pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit lain,” katanya.
Menurut Bang Joker, dirinya tidak mempersoalkan apabila memang berdasarkan pemeriksaan medis anaknya membutuhkan rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kalaupun memang anak saya mau dirujuk karena akan ada penanganan lebih lanjut dan dengan informasi rekam medis yang lengkap, saya tidak keberatan. Hanya, kenapa keterangan itu disampaikan tidak lengkap,” cetusnya.
Kondisi Anak Berangsur Membaik
Bang Joker mengatakan, setelah mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis anak, kondisi kesehatan anaknya berangsur-angsur membaik.
“Keesokan harinya, setelah dirawat dan ditangani oleh dr. Rama, berangsur-angsur kondisi kesehatan anak saya membaik,” katanya.
Ia menyebut dokter jaga yang menangani anaknya saat berada di ruang VVIP Ar-Raudhah adalah dr. Nurul Putri Fitriani. Keterangan mengenai dokter jaga tersebut juga dibenarkan Agus Sucahyo saat ditemui di Ruang Jaga Perawat RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Meski menyampaikan kekecewaan terhadap komunikasi medis pada saat kejadian, Bang Joker menegaskan bahwa secara umum pemeriksaan dan pelayanan perawatan yang diberikan tenaga kesehatan maupun dokter yang menangani anaknya telah berjalan dengan baik.
Secara khusus, ia mengapresiasi pelayanan dr. Najih Rama Eka Putra, Sp.A., atau yang akrab disapa dr. Rama.
“dr. Rama atau dokter spesialis anak yang memeriksa kondisi kesehatan anak saya sudah bekerja dengan baik. Keterangan dan informasi medis yang disampaikan kepada saya juga cukup memberikan kepuasan,” ungkapnya.
RSI Sultan Hadlirin Jelaskan Mekanisme Rujukan
Sementara itu, Kepala Bidang Penunjang Medis dan Nonmedis RSI Sultan Hadlirin Jepara, dr. Diah Indirasari, memberikan penjelasan mengenai mekanisme rujukan pasien.
Menurut dr. Indira, rujukan merupakan bagian dari mekanisme pelayanan kesehatan yang dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan medis.
“Rujukan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan berjenjang yang bertujuan agar pasien mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya,” jelas dr. Indira saat memberikan penjelasan kepada awak media dan Bang Joker.
Penjelasan tersebut disampaikan dr. Indira didampingi Hesti Dwi Marlina dari Humas, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dan Pemasaran RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Menurut dr. Indira, rujukan dapat dilakukan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan medis, pasien membutuhkan tindakan atau pelayanan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai.
Dalam konteks kasus anak Bang Joker, pihak RSI menjelaskan bahwa rujukan merupakan bagian dari pertimbangan penanganan medis terhadap kondisi pasien.
Bang Joker Apresiasi Penanganan dr. Rama
Di sisi lain, Bang Joker kembali menyampaikan apresiasinya terhadap penanganan yang diberikan dr. Najih Rama Eka Putra, Sp.A.
Sebagai orang tua pasien, ia mengaku merasa terbantu setelah memperoleh penjelasan secara langsung mengenai kondisi kesehatan anaknya.
“Saya merasa senang dengan informasi yang disampaikan, sehingga sebagai orang tua atau bapaknya pasien, saya merasakan kondisi anak saya semakin baik,” pungkasnya.
Pengalaman tersebut, menurut Bang Joker, menjadi bagian dari penilaiannya secara pribadi selama anaknya menjalani perawatan di RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Ia berharap komunikasi antara tenaga medis dengan keluarga pasien dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menyampaikan kondisi pasien, alasan rujukan, serta rencana penanganan medis agar keluarga pasien memperoleh informasi yang jelas sebelum mengambil keputusan.
Catatan Redaksi:
Berita ini memuat keluhan dan pengalaman pribadi keluarga pasien serta penjelasan dari pihak RSI Sultan Hadlirin Jepara. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait sesuai dengan kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.
Via : (Redtim/Jateng)