Suara62.id || Sumut – Tepat dua bulan lebih berlalu kasus pelemparan bom molotov kerumah wartawan media Pristiwa News, Joko Purnomo yang berada di Gang Musholla, Tangkahan Lagan, Kelurahaan Alurdua Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara belum juga terungkap. (14/06/2025)
Pihak kepolisian, khususnya Polsek Pangkalan Brandan, Polres Langkat kabarnya belum mengantongi indentitas pelaku. Aksi pelemparan bom molotov dan pembakaran rumah wartawan yang hingga kini belum terungkap menjadi pertanyaan publik atas kinjera Aparatur Penegak Hukum (APH).

“Pelemparan Bom Molotov tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Pangkalan Brandan, sesuai laporan polisi dengan nomor : STTLP/B/45/IV/2025/SPKT/Polsek Pangkalan Brandan/Polres Langkat/Polda Sumatera Utara. Mirisnya, hingga kini sudah berjalan dua bulan lebih kasusnya belum juga terungkap dan seperti jalan di tempat,” ucap Joko Purnomo dengan nada kesal.
Joko yang berprofesi sebagai wartawan di media Peristiwa News, malamnya sekira pukul 01.45 WIB dinihari, kediamannya mengalami pelemparan bom molotov yang mengenai jendela kaca kamar anaknya dan Joko menduga pelakunya merupakan suruhan bandar sabu-sabu berinisial (LI).
Joko Purnomo mengatakan kejadian naas yang menimpa dirinya berawal saat dirinya mendapat teror melalui pesan WhatsApp dari orang tak dikenal (OTK).
“Sebelum kejadian pelemparan Bom Molotov ini, ada yang WhatsApp tapi saya gak kenal, yang didalam pesan WhatsApp isinya adalah : “Kau kirim berita itu ke Polres (Langkat) ya,” tegas Joko Purnomo.
Lanjut Joko, memang ia ada mengirim atau mengkonfirmasi Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo dan dua PJU Satres Narkoba Polres Langkat soal nama-nama bandar narkoba yang aktif edarkan sabu-sabu di Kabupaten Langkat.
“Setelah saya mengkonfirmasi Kapolres dan dua PJU Satresnarkoba Polres Langkat, AKP Rudi Syahputra SH,MH dan IPTU Sihar Sihotang SH beberapa menit kemudian masuk WA tak dikenal itu,” kata Joko.
Joko juga membeberkan jika tetangganya sempat melihat mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang mencurigakan berhenti disimpang yang tak jauh dari rumahnya.
“Saat pelemparan bom molotov ke rumah, tetangga saya namanya Pak Ipul (63) ada melihat satu mobil Avanza berwarna hitam ada berhenti disimpang mau masuk ke gang rumah saya. Begitu tetangga saya membuka pintu rumah, mobil Toyota Avanza hitam itu pergi dengan laju berkecepatan tinggi keluar Gang,” Lanjut Joko.
Ada dua titik pelemparan, titik pertama bom molotov itu dilempar mengarah jendela kamar anaknya, dan titik kedua ke arah jendela kamar utama Joko Purnomo dan istrinya, Virda Br Panggabean (41).
Praktisi hukum, Safril SH menilai bahwa belum tekuaknya peristiwa ini, diduga merupakan ketidakseriusan dari pihak Kepolisian Polres Langkat dan Polsek Pangkalan Brandan.
Dimana kejadian ini termasuk upaya untuk pembelengguan para jurnalis di Kabupaten Langkat dalam menjalankan tugas jurnalisnya.
“Jadi kalau itu serius di ungkap, ini akan terbuka lebar siapa pelaku (Eksekutor) yang diduga berinisial MS dan otak pelakunya yang disinyalir berinisial LI, diketahui mereka merupakan bandar sabu. Hal ini perlu juga campur tangan oleh Polda Sumatera Utara agar anggotanya Polres Langkat dan Polsek Pangkalan Brandan lebih serius bekerja untuk mengungkap kejadian ini. Jika tidak terungkap, ini akan ditakutkan timbul korban lainnya yang akan sama di lakukan oleh orang yang merasa terganggu dengan kegiatan jurnalistik. Jadi kita minta agar Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto turun tangan dalam pengungkapan aksi pelemparan bom molotov di kediaman wartawan Peristiwa News,” kata Safril SH.
Sementara itu, Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo mengatakan, komitmen Polri dalam hal ini Polres Langkat untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tetap dijaga.
“Termasuk apabila masyarakat melaporkan peristiwa seperti yang disebutkan (peredaran narkoba), kami Polri akan menindaklanjuti laporan itu. Saya sudah tekankan kepada penyidik untuk menangani kasus tersebut secara profesional, prosedural, proporsional, legalitas, legitimasi, transparan, dan akuntabel,” kata David.
Meski begitu, David tidak ingin berandai-andai terkait motif dibalik insiden yang dialami Joko Purnomo.
Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hasibuan SH.MH saat di konfirmasi berjanji akan mengikuti kasus tersebut agar di usut tuntas.
“Kini pihak masih dalam penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, Untuk mengungkap kasus ini kita masih minim keterangan saksi mata untuk dimintai keterangan dan tidak ada terdapat bukti lain CCTV saat kejadian di tempat kejadian perkara (TKP),” terang mantan Kasatres Narkoba Dairi kepada wartawan.