Suara62.id || Jakarta – Perang antara Iran dan Israel kini memasuki babak baru, setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, situs nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan oleh serangan AS. Trump memberikan pernyataan tersebut di Gedung Putih pada Sabtu (21/06/2025) malam, beberapa jam setelah mengumumkan milter AS telah melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Iran, termasuk Fordo, Natanz, dan Isfahan.
Sebelumnya, Iran menggempur habis-habisan Israel dengan ratusan rudalnya yang menghancurkan Tel Aviv dan beberapa situs penting seperti pusat logistik, markas badan intelijen pusat Mossad, hingga, pembangkit listrik. Bahkan sistem pertahanan udara berlapis milik Israel yang terkenal canggih tidak dapat menghadangnya.

Bahkan beberapa waktu lalu, Iran melakukan peluncuran Rudal Sejjil atau Sijjil yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel dalam perang terbaru antara kedua negara.
Sejak pertama kali diuji coba pada November 2008 (Sejil‑1) dan kemudian dikembangkan ke varian Sejil‑2 sekitar Mei dan September 2009, rudal ini menunjukkan kemampuan manuver dan jangkauan yang signifikan.
Tetapi campur tangan AS atas serangannya ke pangakalan nuklir milik Iran kemarin (21/06) bisa membuat pecah nya Perang Dunia 3, karena beberapa waktu lalu Kementerian Luar Negeri Rusia sempat mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak mengambil tindakan militer terhadap Iran. Peringatan ini muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan Washington akan terlibat dalam perang dan memihak Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikan peringatan kepada AS apabila ikut campur dalam perang Israel-Iran.
“Kami secara khusus ingin memperingatkan Washington agar tidak melakukan intervensi militer dalam situasi ini,” ujar Zakharova, seperti dilansir AFP, Kamis (19/6).
“Tindakan militer AS apa pun akan menjadi langkah yang sangat berbahaya dengan konsekuensi negatif yang benar-benar tidak terduga,” tambahnya.
Penulis : Rendy Sitepu