Suara62.id || Jepara – Tampak terlihat kondisi jalan Guyangan Umbuk Umbuk sampai perbatasan plajan sangatlah tidak ada kata jalan mulus, aspal mengelupas seakan akan tidak ada aspal perekat sama sekali diduga proyek pengaspalan yang tidak sesuai setandart pengaspalan jalan (Rabu 9/Juli/2025).
Barengan dengan kegiatan memperingati tumpengan budaya kirab agung Sego Sura desa Guyangan Umbuk Umbuk RT 03/RW 11 disitu tampak hujan rintik rintik, dan terlihat jalan yang rusak Parah mohon bapak bupati dan bapak wakil bupati dan setekholder untuk mengamati jalan yang tampak rusak Parah dan hampir tidak bisa di pilih untuk jalan kendaraan bermotor maupun mobil yang melewati jalan tersebut.

Kerusakan jalan banyak menuai keluhan warga. Infrastruktur jalan bagi warga merupakan sarana vital untuk kegiatan sehari-hari. Berbagai kerusakan jalan berupa jalan berlubang cukup dalam dan aspal yang terkelupas menimbulkan jalan tersendat karena kendaraan harus melambatkan laju dengan kecepatan antara 5 – 20 km/jam. Seringkali diwaktu jam sibuk menimbulkan saling memilih jalan yang gak bisa di pilih sama sekali.

Apa lagi kalau musim hujan malah seperti lumpur sawah dan banyak air yang menggenang di antara lobang lobang jalan yang rusak Parah sekali. Dan ditambah dengan kendaraan tonase berat yang kadang melaju lambat dan berjalan dengan lambat sehingga menghambat kendaraan lain. Banyak kendaraan berat yang kadang melintas melebihi tonase yang telah ditetapkan. Padahal ada rambu yang menentukan maksimal seberat 8 ton.
Lebih menjengkelkan lagi sering terjadi “rebutan” jalur oleh kendaraan satu dengan kendaraan yang yang lain berjalan di tengah medan. Sehingga menghambat arus yang berlawanan. Seperti yang sering terjadi di sekitar Jalur Guyangan Umbuk umbuk hingga pertigaan jalan sepanjang sekira kurang lebih 2 km yang mengalami kerusakan berat. Hal sama dialami di sekitar seperti bubaran orang kerja dan bubaran sekolah. Adapun bubaran pulang kerja yang tiap hari terjadi sungguh sangat terlihat memprihatinkan jalan Guyangan Umbuk Umbuk.
Salah seorang warga Guyangan Umbuk Umbuk sebut saja kholek kurang lebih (60 tahun) mengatakan dirinya sangat terganggu dengan kondisi seperti ini. Kata kholek yang biasa melakukan perjalanan pergi kerja dan pulang kerja, dengan menggunakan kendaraan bermotor. Karena ketersendatan jalan akibat jalan rusak perjalanan Guyangan Umbuk Umbuk sangatlah memprihatinkan sekali, dengan nada kesal.
Selain menghambat kegiatan juga bisa menjadi lebih lama menempuh perjalanan, kerusakan jalan juga menimbulkan kerugian karena kendaraan menjadi rusak. Seringkali ditemui kendaran yang kempes ban gara gara jalan banyak lobang, mengalami ban meletus dan patah as roda karena melindas lubang. Begitu pula kendaraan sepeda motor banyak yang mengalami keluhan kerusakan roda karena melindas jalan berlubang.
(sus/Jateng)