Suara62.id || ‎Kab.Tangerang – Kami berdiri di sini bukan karena kami ingin menjadi musuh pemerintah,Kami berdiri di sini bukan karena kami senang membuat keributan,Kami berdiri di sini karena kami sudah muak! Karena kami lelah! Karena kami dizalimi!

‎Tahun demi tahun, sistem penerimaan siswa baru di SMAN 32 selalu menyisakan luka,
‎Anak-anak dari lingkungan sekolah—yang lahir, tumbuh, dan besar hanya beberapa langkah dari gerbang sekolah—justru ditolak mentah-mentah.

Sementara, anak dari wilayah jauh, bahkan lintas kecamatan, melenggang masuk dengan mulus,Melalui jalur prestasi? Jalur afirmasi? Jalur perpindahan tugas?
‎Jalur atau akal-akalan?!

‎Kami ingin tahu:

‎SPMB ini sistem penerimaan siswa, atau sistem penghindaran masyarakat lokal?
‎Sekolah negeri ini dibangun untuk siapa? Untuk kami rakyat, atau untuk orang-orang yang punya akses dan kedekatan?

Tuntutan Kami Jelas dan Tegas!

‎Kami, Aliansi Masyarakat Bersatu, warga Desa Curug Wetan, Serdang Wetan, dan Rancagong, menuntut:

‎1. COPOT KEPALA SEKOLAH SMAN 32 KABUPATEN TANGERANG!

‎Karena gagal memberi rasa keadilan, gagal membina kepercayaan publik, dan gagal mengayomi masyarakat wilayah sekitar.

‎2. AUDIT TERBUKA PENERIMAAN SPMB 2025, SERTA PPDB 2023 DAN 2024!

‎Kami minta dibuka semua data dan fakta. Jangan tutupi kesalahan masa lalu dengan alasan teknis!

‎3. TERIMA SISWA-SISWI DARI WILAYAH LINGKUNGAN SEKOLAH!

‎Sekolah negeri harus hadir untuk rakyat sekitar — bukan tamu jauh yang datang dengan titipan!

‎4. TRANSPARANSI TOTAL!

‎Tampilkan: kuota jalur, domisili, nilai, alasan penolakan — semua harus bisa diakses publik!

‎5. USUT TUNTAS MALADMINISTRASI!

‎Bentuk tim investigasi independen! Buka potensi permainan kotor! Jangan biarkan sekolah negeri jadi ladang sogokan!

‎6. HAPUS PRAKTIK “ORANG DALAM”!

‎Anak dekat, nilai bagus, justru ditolak. Anak jauh, tidak jelas, malah diterima. Ada apa ini? Siapa yang bermain?

‎7. KEMBALIKAN HAK WARGA SETEMPAT!

‎Kami yang membayar pajak. Kami yang menjaga lingkungan. Kami yang mengawal pembangunan. Tapi kami yang disingkirkan?!

‎8. SEDIAKAN POSKO PENGADUAN INDEPENDEN!

‎Jangan biarkan rakyat mengeluh dalam diam,Buka ruang aspirasi yang bebas dari ,tekanan Kami Bukan Pendatang di Tanah Sendiri,
‎‎Kami warga asli sini Kami bukan penyusup,
‎Anak-anak kami bukan tamu di sekolah negeri mereka sendiri!
‎Mereka adalah bagian dari masa depan bangsa
‎Tapi sayangnya, mereka diperlakukan seperti sampah dalam sistem ini!

‎> Kami tidak ingin menjadi penonton di wilayah kami sendiri.
‎Kami tidak ingin sekolah negeri menjadi panggung sandiwara!
‎Kami tidak ingin anak-anak kami dikhianati oleh sistem pendidikan yang korup dan tak berpihak!

‎Cukup sudah kami disuruh bersabar…
‎Cukup sudah kami disuruh “ikut aturan”…
‎Aturan macam apa yang menyingkirkan anak-anak lokal demi kuota tidak jelas?

‎Cukup sudah kami dibohongi…
‎Sekarang, kami MENUNTUT!

Ini Bukan Tentang Kami Saja. Ini Tentang Generasi Selanjutnya.

‎Kalau hari ini kami diam,
‎anak-anak kami akan tumbuh dalam sistem yang membunuh semangat mereka.
‎Kalau hari ini kami diam,
‎maka ketidakadilan akan terus diwariskan.

‎Penutup:

‎Kami warga Desa Curug Wetan, Serdang Wetan, dan Rancagong bersatu hari ini
‎Demi anak-anak kami.
‎Demi masa depan mereka.
‎Demi keadilan yang seharusnya dilindungi oleh negara!

‎> Sekolah negeri harus untuk rakyat, bukan untuk relasi dan titipan!
‎Pendidikan adalah hak, bukan hadiah!
‎Kami tidak akan pulang sebelum didengar!


‎Hidup rakyat!
‎Hidup keadilan!
‎Hidup pendidikan yang berpihak kepada rakyat!

Reporter : Aceng

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *