Suara62.id || Jepara – Suasana pesta musik orkes di wilayah Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berubah mencekam setelah terjadi aksi pengeroyokan brutal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Insiden tragis itu terjadi pada malam Minggu tanggal 20 juli 2025 usai acara musik selesai digelar.
Pihak kepolisian dari Polsek Kembang mengonfirmasi bahwa tujuh orang telah diamankan sebagai terduga pelaku pengeroyokan. Enam di antaranya merupakan warga Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, dan satu orang lainnya berasal dari Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri.
Identitas korban diketahui bernama M. Rangga Alan Saputra. Informasi ini diperkuat oleh unggahan ucapan belasungkawa dari komunitas Balong Beji Bersatu, yang turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Dalam unggahan tersebut, mereka juga mengecam keras tindakan para pelaku yang terlibat dalam insiden tragis ini.

Salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya buka suara, terus siapa yang di salahkan kalau sudah terjadi kaya gini! Mohon para petugas keamanan/APH untuk menutup penjual miras (minuman keras) karena itu telah meracuni kaula muda dan menimbulkan kekacauan gara gara menenggak minuman keras tersebut.

Ini baru satu nyawa melayang belum nanti kalau ada hiburan dangdut lagi karena pengaruh minuman beralkohol bisa menghancurkan para kaula muda yang telah terpengaruh minuman terkutuk itu ungkap warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya.
Kapolsek Kembang menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus ini untuk mengetahui motif di balik pengeroyokan tersebut.
Sampai saat ini kami belum bisa memastikan apa motif utama dari pengeroyokan. Semua masih dalam proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan terhadap para saksi yang berada di lokasi kejadian,” ujarnya.
Ini juga bisa menjadi teguran untuk tim pengamanan agar lebih berhati hati dan lebih waspada dalam menjalankan tugas, semoga APH juga lebih memperketat pengamanan di waktu ada hiburan dangdut supaya tidak akan terjadi satu atau dua nyawa melayang sia sia tanpa guna.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Kartini Jepara untuk keperluan autopsi. Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar masih diselimuti duka dan harapan agar keadilan bisa ditegakkan secepatnya.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak yang berwenang.
Perkembangan lebih lanjut akan terus dilaporkan begitu informasi resmi tersedia.
(sus/Jateng)