Suara62.id | TANGERANG — Diduga seorang oknum dokter berinisial AS yang menjadi ketua Yayasan rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) Galigo Institute, diduga melakukan percobaan pelecehan seksual terhadap salah satu pasiennya dengan modus menjanjikan pembebasan dari tempat rehabilitasi Galigo institute.

Peristiwa tersebut bermula, disaat Amoy (nama samaran) perempuan berparas cantik yang diamankan oleh Polsek Ciledug (7/9/25) karena diduga telah mengkonsumsi narkoba. Dari hasil tes urine yang dilakukan Polsek Ciledug terhadap Amoy dengan hasil “positif” telah mengkonsumsi narkoba.

Maka dari itu, Amoy yang di rujuk untuk melakukan rehabilitasi narkoba ke Galigo Institute yang berlokasi di kawasan Graha Bintaro, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Alih-alih mendapatkan rehabilitasi narkoba yang semestinya. Selama 12 hari di rehabilitasi Galigo Institute tanpa di lakukan detoksin atau perawatan sebagaimana mestinya tempat Rehabilitasi pecandu Narkotika. 

Justru diduga Amoy akan dijadikan pemuas napsu birahi oknum dokter berinisial AS dari Galigo Institute dengan iming-iming akan dipulangkan kerumah setelah melayani oknum dokter berinisial AS tersebut.

“Moy lu mau dipulangin sekarang tapi lu temenin dokter dulu yah, lu pahamkan,” ucap Amoy yang mengikuti salah satu staf dari karyawan Galigo Institute yang membujuk dirinya.

Selanjutnya, Amoy menceritakan bahwa diduga pelaku (oknum dokter AS) mengajak dirinya keluar dari tempat rehabilitasi dengan dalih akan segera dibebaskan tanpa syarat, selama proses perawatan didalam tempat rehabilitasi Galigo Institute.

“Amoy justru diajak menuju ke Apartemen Breeze Bintaro lantai 3 sekitar jam 3 sore sampai jam 7 petang untuk menemani oknum dokter berinisial AS dan dalam kamar Apartemen hanya berdua,” ucap Amoy.

Setelah itu, Amoy di ajak ke tempat pemancingan di daerah Bekasi oleh oknum dokter berinisial AS untuk menemani dirinya memancing dan akan diajak kembali ke Apartemennya.

“Sekitar jam 7 petang, kami berangkat ke Empang pemancingan di daerah Bekasi. Setelah kegiatan tersebut, dokter berinisial AS kembali mengajak dirinya ke apartemennya lagi dengan maksud diduga akan melancarkan aksi pelecehan terhadap dirinya,” ungkap Amoy ke Awak Media.

Beruntung setelah memancing Amoy dapat melarikan diri dari oknum dokter cabul. Karena dibantu salahsatu konselor di tempat rehabilitasi tersebut. Amoy pun akhirnya bisa terhindar dari dugaan aksi pelecehan yang akan dilakukan oknum dokter berinisial AS.

Kasus ini memicu keresahan, mengingat oknum dokter AS merupakan figur penting dalam rehabilitasi narkoba dan sekaligus sebagai ketua Galigo Institute yang seharusnya bertanggung jawab atas keselamatan dan pemulihan pasien di tempat rehabilitasi Galigo Institute.

Dengan adanya hal, tersebut Amoy korban pelecehan bersama Awak Media akan mengadukan rehabilitasi Galigo Institute dan oknum dokter cabul ke IKAI ( Ikatan Konselor Adiksi Indonesia) dan BNNK (Badan Narkotika Nasional) Kota Tangerang Selatan. 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Galigo Institute maupun oknum dokter berinisial AS belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. (*) red

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *