Suara62.id | Distrik Moskona Papua – Satu prajurit TNI kembali menjadi korban keganasan KKP Papua.

Personil Oprasi Manatipif Mansinam bersama Personil Batalyon 410, Alugoro dan 15 masyarakat setempat melaksanakan perbaikan jembatan di Titik Koordinat 53M 2787929847824.

Diwaktu yang sama sekitar Pukul Sabtu (11/10) pukul 13.20 WIT terjadi kontak tembak antara KKB dan 3 Personil TNI AD dari Batalyon 410, Alugoro yang pulang melaksanakan berburu di Titik Koordinat 53M 277640 9846865.

2 Personil TNI AD dari Batalyon 410, Alugoro yang melaksanakan berburu menggunakan senjata api dan 1 Personil tidak menggunakan senjata api. Akibatnya 1 Personil BATALYON 410/Alugoro terkena tembakan dan 1 Personil lainnya melakukan pengunduran ke arah pos Batalyon 410, Alugoro Moyeba.

Setelah menerima laporan dari pos Batalyon 410, Alugoro, Danpos Oprasi Manatipif Kampung Moyeba Distrik Moskona Utara, Ipda Abu Arif bersama 5 Personil langsung melaksanakan pencarian dan evakuasi gabungan bersama 6 Personil TNI AD Batalyon 410, Alugoro yang dipimpin Letda Inf Machfud.

Saat melaksanakan pencarian, pada Titik Koordinat 53M 277640 9846865 didapati Praka Amin sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat terjngan timah panas anggota KKB. .
Akibat kejadian kontak senjata, 1 Pucuk Senjata Api DMR dan 3 Magazen direbut oleh KKB.

Hingga berita ini diturunkan personil gabungan TNI Polri di Papua masih melakukan pengejaran terhadap anggota KKB ini.

Pemerintah pusat harus segera mengfokuskan TNI untuk menumpas KKB Papua, karena sudah mencoremg intregitas keamanan negara Republik Indonesia di tanah Papua.

Menurut Rahmat salah satu LSM Pemuda Harapan Bangsa dalam rilis nedia yang diterima Astacitapost lewat pesan whatsap mengatakan, sebaiknya pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subiyanto segera menghentikan program MBG untuk personil TNI,

“Kembalikan fungsi tempur TNI untuk menjaga dan memberntas segala gangguan negara baik dari dalam atau luar negeri, sehingga nyawa prajurit TNI yang gugur tidak sia sia seperti saat ini,” tukas Rahmat, Minggu (12/10).

Ditambahkan Rahmat, menyatakan agar fungsi TNI kembali kepada fungsi tempur sebagai mestinya.

“Presiden Prabowo Subiyanto sebagai Panglima tertinggi TNI harus jeli dan sesegera mungkin menarik fungsi TNI diluar fungsi tempur,. Kemblikan fungsi tempur TNI untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia.
Gimana negara mau aman, tugas TNI saat ini telah berbelok menjadi pengawas kejaksaan, menjadi petani dan lain lain, jadi kembalikan fungsi tempur TNI demi harga diri Bangsa Indonesia,” tegas Rahmat dalam rilis nya yang diterima awak media. (*)

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *