Dalam video TikTok yang diunggah oleh Camat Karimunjawa bersama 4 (empat) orang personil Satpol-PP. Kelimanya sambil tertawa membuat konten aplikasi TikTok berlokasi di Tracking Mangrove Taman Nasional Karimunjawa atau TNKJ dengan berucap “Saya Camat Karimunjawa” lalu empat personil Satpol-PP di belakangnya berteriak “Kami berempat Satpol-PP Karimunjawa, tidak takut istri” teriak mereka berlima serentak.
Menyikapi konten TikTok oleh Camat Karimunjawa tersebut yang sudah beredar berantai via grup WhatsApp, viral dan menjadi konsumsi publik, awak media menscreenshot atau tangkapan layar konten video tersebut.
Bahkan di grup WhatsApp Panggung Rakyat Jepara, salahsatu anggota mengirimkan video konten tersebut dan memberikan komentar “Mosok pak camat bikin konten kayak begini”.

Rekam Jejak Camat Karimunjawa
Sebelum menjabat sebagai Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, S.STP., M.M., adalah Camat Tahunan (Eselon III) dan saat ini sedang mengikuti lelang jabatan Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) / Eselon II di Kabupaten Jepara untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Diskominfo dan bersaing dengan Budhi Sulistiyawan dan Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 84 Tahun 2000 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah bahwa Eselon Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Pasal 18 (2) Kepala Dinas adalah Jabatan Eselon II b dan Camat adalah Jabatan Eselon III b.
Menurut Mbah San dari DPC LPHI atau Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Peduli Hukum Indonesia Kabupaten Jepara, Jum’at (5/12/2025) sangat menyayangkan konten video TikTok yang dibuat oleh Camat Karimunjawa. “
Mbah San mengutip dari iaimlumajang.ac.id bahwa suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam beberapa haditsnya, menunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya : “Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).
Apakah seorang suami harus takut dengan istrinya? tidak, suami tidak harus “takut” pada istri, tetapi sebagai pasangan hidup, keduanya harus saling menghormati, menyayangi, dan bekerja sama dalam hubungan yang setara, dengan tujuan menciptakan keluarga Samawa atau sakinah, mawaddah, dan warahmah, yang merupakan doa dalam Islam untuk pasangan pengantin baru, berharap mereka membangun rumah tangga yang penuh ketenangan, cinta, dan kasih sayang dari Allah SWT. Kata ini diambil dari Al-Qur’an (Surat Ar-Rum ayat 21).
Menurut Mbah San, Kelima aparat sipil Jepara tersebut mungkin terinspirasi dengan sinetron komedi Indonesia “Ikatan Suami Takut Istri” (ISTI) yang pernah tayang di TV Swasta di Indonesia. Istilah “suami takut istri” sering kali menjadi stereotip atau lelucon, padahal seharusnya hubungan suami istri dibangun atas dasar komunikasi terbuka, pengertian, dan saling menghargai pendapat, bukan rasa takut atau tunduk yang tidak sehat.
(sus/Jateng)