Suara62.id || Bogor – Taman Safari Indonesia yang terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini, merupakan taman rekreasi masyarakat untuk lebih memahami satwa didalam habitat alam liar dan sebagai tempat konservasi terkemuka untuk satwa liar endemik. Tapi, dibalik itu semua ada dugaan Taman Safari Indonesia kurang peduli dan kurang mendukung penanaman Seribu pohon yang termasuk dalam Delapan program ASTA CiTA Presiden Prabowo Subianto.
Sebab, Taman Safari Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara dan memiliki puluhan ribu pengunjung di setiap harinaya. Hanya memberikan 60 bibit pohon untuk ditanam di kawasan Bukit Saung Geulis Joglo Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang merupakan kawasan hutan lindung milik pemerintah yang telah mengalami kerusakan atau penggundulan.

Perlu diketahui, Taman Safari Indonesia merupakan taman konservasi yang seharusnya, lebih memahami dan mengupayakan banyak penanaman pohon di kawasan Cisarua. Usut punya usut, pada saat memberikan 60 bibit pohon yang akan ditanam ke panitia atau pun tim karang taruna. Pihak Taman Safari Indonesia membawa kembali pulang 30 bibit pohon yang seharusnya untuk di kawasan Bukit Saung Geulis Joglo tetapi dialihkan ke sekitar Taman Safari Indonesia sendiri.

“Sebenarnya pihak Taman Safari Indonesia memberikan 60 bibit pohon yang akan ditanam di sekitar Bukit Saung Geulis Joglo. Tapi yang 30 bibit pohon di bawa pulang, untuk ditanam dilahan mereka,” ungkap selah satu masyarakat setempat yang mengetahui 30 bibit pohon dibawa balik oleh pihak Taman Safari Indonesia.

Miris sekali, melihat tingkah laku dari pihak Taman Safari Indonesia yang diduga mengangkangi salahsatu “Program ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto” yang hanya memberikan 30 benih pohon untuk ditanam. Padahal kegiatan itu, dihadiri Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Senin 14/06/2025.
Perlu dicontoh, Pemerintah Desa Cibereum, Karang Taruna dan masyarakat setempat dengan penuh rasa kepedulian terhadap Alam di kawasan Bukit Saung Geulis Joglo, Puncak Bogor yang turun langsung melakukan penanaman pohon dalam Dua tahap yang sebelumnya sudah menanam 400 pohon secara mandiri.
Kini menambahkan 600 bibit pohon yang telah ditanam yang merupakan hasil dari swadaya masyarakat Cibereum yang peduli tentang kelestarian alam demi penghijauan nasional yang bertujuan memulihkan daya dukung lingkungan di kawasan Puncak, sebagai wilayah strategis, zona resapan air, serta penyangga ekologi utama untuk wilayah Jabodetabek.
“Kami sangat mengapresiasi KLHK atas konsistensinya dalam menjaga kelestarian kawasan Desa Cisarua Puncak yang melestarika lingkungan,”Jelas ketua karang taruna desa cisarua bogor.
Adapun jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan ini meliputi: Albiso(jengjeng) Duren, Bambu, Nangka, Alpukat, Ketapang, Suren, Rasamala, Trembesi, serta berbagai tanaman endemik khas wilayah Puncak.
Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis, seperti mencegah erosi dan menyerap karbon, sekaligus memberi nilai ekonomis bagi masyarakat.
Perwakilan KLHK menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan akan berhasil jika semua elemen masyarakat dan sektor usaha turut terlibat secara aktif dan berkelanjutan.
“Penanaman ini bukan hanya soal menumbuhkan pohon, tapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga warisan alam bagi anak cucu kita. Kawasan Puncak harus terus hijau dan lestari,” ujar perwakilan KLH.
Kegiatan ini menjadi fondasi awal bagi kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun kawasan Puncak yang hijau, produktif, dan ramah lingkungan.
Sampai berita diterbitkan Pihak Taman Safari belum dikonfirmasi lebih lanjut.
Reporter : Deni