Suara62 || Suara kekecewaan Warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Terhadap Sikap Pemdes yang dinilai Acuh terhadap Kepentingan dan Kenyamanan Masyarakat.

Kopo, Cisarua – Suara kekecewaan warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, makin nyaring terdengar, Proyek jalan yang dikerjakan oleh pihak Dinas PUPR sudah tiga minggu berjalan tanpa kejelasan penyelesaian.

Alih-alih memperbaiki akses masyarakat, proyek ini justru berubah menjadi sumber masalah baru di tengah pemukiman warga.Di lapangan, kondisi jalan terlihat mengenaskan.

Tumpukan material berserakan, aspal belum terpasang sempurna, dan beberapa titik bahkan dibiarkan terbuka tanpa rambu pengaman.

Setiap kali hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur; saat panas, debu mengepul hingga ke rumah-rumah warga.

“Ini sudah bukan keterlambatan biasa, tapi kelalaian. Kalau proyeknya benar-benar diawasi, tidak mungkin dibiarkan seperti ini selama berminggu-minggu,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal, Rabu (23/10).

Menurut warga, yang membuat mereka semakin kecewa adalah sikap Pemerintah Desa Kopo yang dinilai lamban dan terkesan tutup mata.

Padahal proyek ini langsung bersinggungan dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami tidak minta muluk-muluk. Hanya ingin Pemdes ikut turun tangan, mengingatkan dinas terkait agar pekerjaan ini diselesaikan cepat dan benar. Jangan cuma diam dan seolah tidak tahu,” lanjut warga lain yang sehari-hari berjualan di pinggir jalan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Bogor terkait penyebab keterlambatan pekerjaan.

Beberapa warga bahkan menuding adanya indikasi lemahnya pengawasan teknis di lapangan, karena aktivitas pekerja terlihat tidak konsisten dalam beberapa hari terakhir.

“Kadang ada pekerja, kadang tidak ada sama sekali. Kalau begini terus, entah kapan selesai. Sementara kami tiap hari harus lewat jalan rusak ini,” tambah warga lainnya.

Masyarakat mendesak agar pihak terkait, mulai dari Pemdes hingga Dinas PUPR, segera mengambil langkah tegas dan nyata. Jika dibiarkan berlarut, kondisi jalan dikhawatirkan makin parah dan menimbulkan potensi kecelakaan.

Proyek yang seharusnya menjadi solusi infrastruktur kini justru memantik kemarahan publik. Warga berharap pemerintah hadir dengan tindakan, bukan sekadar janji.

Infrastruktur yang baik semestinya menghadirkan kenyamanan – bukan penderitaan bagi warga yang setiap hari bergantung pada jalan tersebut.

Reporter || Editor : Redaktur Suara62

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *