suara62.id | Meulaboh – Peran pers dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Aceh Barat mendapat apresiasi. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat dianugerahi penghargaan sebagai Organisasi Media Pegiat Literasi Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian malam penutupan Festival Literasi Aceh Barat 2026 yang digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Sabtu malam 26/9/26.

Pengakuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi PWI Aceh Barat yang selama ini dinilai turut mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi edukatif serta mendorong tumbuhnya budaya membaca, menulis dan memahami informasi secara bijak di tengah masyarakat.

Penghargaan itu dituangkan dalam sertifikat bernomor 000.4/956 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat, Abdurrani, S.Pd., M.Pd.
Bagi PWI Aceh Barat, penghargaan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar sebuah piagam.

Apresiasi itu menjadi dorongan agar insan pers terus memperkuat kontribusinya dalam membangun masyarakat yang memiliki kemampuan memperoleh, memahami dan mengolah informasi secara bertanggung jawab.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Aceh Barat, Sa’dul Bahri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yang telah memberikan penghargaan tersebut.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada PWI Aceh Barat. Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat,”kata Sa’dul Bahri.

Ia menyebut, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat masyarakat membutuhkan informasi yang berkualitas, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kondisi tersebut, wartawan dan organisasi pers memiliki peran penting untuk membantu masyarakat memahami informasi secara lebih baik.

“PWI Aceh Barat akan terus berupaya mengambil bagian dalam gerakan literasi, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang dapat memberikan edukasi dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sa’dul, penghargaan yang diterima bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan menjadi tanggung jawab moral bagi seluruh jajaran PWI Aceh Barat untuk terus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik dan menjaga profesionalisme wartawan.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh anggota PWI Aceh Barat untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, mencerdaskan dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” Ringkasnya.

Festival Literasi Aceh Barat 2026 sendiri mengangkat tema “Aceh Barat Menuju Pusat Literasi Informasi”.

Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pendidikan, pegiat literasi, organisasi kemasyarakatan hingga pelaku UMKM.

Beragam kegiatan edukatif dan kreatif turut mewarnai pelaksanaan festival yang berlangsung selama beberapa hari tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan serta meningkatkan ketertarikan dan kesadaran terhadap pentingnya literasi.

Di tengah perkembangan era digital, literasi tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan memilah, memahami dan menggunakan informasi secara tepat juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan kritis.

Dalam konteks penyebaran infomasi kepada khalayak publik, keberadaan organisasi pers dinilai memiliki ruang kontribusi yang cukup besar. Melalui pemberitaan dan berbagai kegiatan edukasi, pers dapat menjadi salah satu unsur yang ikut memperkuat budaya literasi sekaligus menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi publik.

PWI Aceh Barat pun berkomitmen menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk memperluas kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, lembaga pendidikan, komunitas literasi serta berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan ekosistem informasi yang sehat, edukatif dan mencerdaskan, sekaligus memperkuat posisi pers sebagai salah satu bagian penting dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Aceh Barat.

Via : (Muhibbul/PN)

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *