suara62.id | Jepara – Desa Guyangan kembali menggelar Rutinan tiap tahun Festival Pekan Budaya Kirab Agung Sego Suro, Bukti bahwa warga desa guyangan selalu mengutamakan kepentingan bersama dalam kegiatan di tiap tahun Desa Guyangan. Acara ini menjadi momen tahunan yang telah dilaksanakan rutin setiap bulan Suro, dengan perpaduan nuansa budaya dan religi yang khas.

Acara yang di hadiri para tokoh agama dan tokoh masyarakat dan tak lupa juga orang nomer satu di desa Guyangan pk inggi Ridwan didukung para pemuda pemudi desa Guyangan pk rt dan pk rw memberikan sumbangsih besar dalam terselenggaranya acara rutinan tiap tahun tersebut.

Dengan secara rutin tiap tahun mengadakan selamatan kirab Agung Sego Suro agar supaya warga desa Guyangan di limpahkan rahmat dan rizki yang melimpah dan di hindarkan dari mata bahaya apapun itu. Kirab ini menampilkan busana kreatif bernuansa budaya, dengan membawa simbol-simbol keberagaman lokal yang menjadi ikon budaya kearifan Desa Guyangan senin 16/juni/2026.

Ketua panitia, Ustad Nur Faizin, bersama Ketua Guna Laras M. Nursalam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perpaduan antara budaya Jawa dan nilai-nilai keislaman, sebagai wujud nguri-uri perjuangan para leluhur. “Inilah potensi masyarakat yang hidup dari bawah, membentuk karakter melalui seni, religi, dan budaya,” ujarnya kepada media.

Petinggi Desa Guyangan turut hadir dan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pelaksanaan kirab yang meriah, sekaligus bukti bahwa warga desa Guyangan guyup Rukun dan kompak dalam acara selamatan rutinan tiap tahunnya. Antusiasme warga terlihat sangat khusuk dalam acara kirab tersebut.

Sebagai rangkaian acara di malam itu digelar tahlilan bersama sambil membawa nasi dari rumah alakadarnya lalu di makan dan di kepung bersama sama. Dalam acara yang menghadirkan para alim ulama dan jamaah dari berbagai daerah.

Panitia berharap, kirab ini dapat terintegrasi dalam rangkaian Sedekah Bumi dan menjadi bagian budaya desa ke depan. Tema tahun ini, “Festival Pekan Budaya Kirab Agung Sego Suro” menjadi semangat kolektif masyarakat dalam membangun kesejahteraan melalui pelestarian budaya lokal.

Dan semoga dengan terselenggaranya acara tersebut di tiap tahunnya bisa membawa kekompakan, keberkahan, dan saling gotong royong antara satu dengan warga yang lain, untuk menumbuhkan nilai nilai kemanusian bagi antar sesama umat manusia amin yrba.

Via : (Sus/Jateng)

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *