suara62.id | Malang — Ada pemandangan menarik yang terjadi di sudut Kota Malang akhir pekan ini. Kegiatan membuat kerajinan lilin aromaterapi dan melukis cap tangan warna-warni mewarnai pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Make New Hope” yang baru saja rampung digelar Sabtu (6/6/2026) kemarin.
Program mulia ini diinisiasi oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) yang bertempat di Panti Karya Asih Malang.Acara yang berlangsung interaktif ini dirancang khusus untuk melatih keterampilan motorik sekaligus memberikan ruang terapi kreatif bagi para peserta panti.
Sejak pagi hari, para penghuni panti sudah berkumpul dengan gurat wajah yang ceria, bersiap untuk menumpahkan imajinasi mereka di atas media yang telah disediakan.

Pembuatan lilin dipilih sebagai simbol dari harapan yang terus menyala di tengah kegelapan, sementara aktivitas melukis cap tangan menjadi medium visual bagi para penghuni panti untuk mengeksplorasi kebebasan berekspresi. Inisiatif dari YPBLC ini disambut dengan sangat antusias oleh pengurus dan penghuni panti yang memang mendambakan adanya program pemberdayaan berbasis keterampilan praktis.
Pelatihan ini dinilai sangat efektif untuk memberikan modal keahlian baru bagi para penghuni. Ke depannya, produk kerajinan lilin yang dihasilkan dinilai memiliki nilai ekonomis yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Hal inilah yang menjadi salah satu target jangka panjang dari program CSR yang dirancang oleh YPBLC.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua YPBLC Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., menjelaskan secara rinci mengenai esensi filosofis di balik pemilihan aktivitas seni tersebut kepada awak media.
“Kreativitas adalah jembatan menuju kebebasan berpikir. Seni membuat lilin dan lukisan cap tangan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sebuah penegasan simbolis yang kuat. Kami di Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti ingin menanamkan pesan mendalam bahwa di tengah keterbatasan apa pun, lilin harapan dan karya nyata harus tetap diwujudkan,” kata Julian dengan penuh optimisme.
Ia juga berharap, dengan adanya bekal keterampilan pembuatan lilin ini, para penghuni Panti Karya Asih Malang dapat perlahan-lapan membangun kemandirian ekonomi secara kolektif di masa depan.
Via: (Red)