Suara62.id || Depok – “Bersama Depok Maju Melalui Akselerasi ASN Talenta Digital”, Menjadi Tema di Acara Rencana Kerja (Renja) Badan Kepegawaian dan Pengemban, gan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, untuk Tahun 2026, di Aula BJB, Lantai 2, Jalan Margonda Raya, Depok, Selasa 11-3-2025.

Kegiatan Renja tersebut, di buka secara resmi, oleh Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Nina Suzana, yang mewakili Walikota Depok.

Dalam laporan kegiatan, Kepala BKPSDM Kota Depok, Rahman Pujiarto, S.Pd., M.Si (Rahman), Kepala BKPSDM Kota Depok, memberikan penjelasan kegiatan Acara tersebut, bahwa BKPSDM telah menyiapkan berbagai Program strategis, guna mencapai 3 (Tiga) target utama, yaitu:

  1. Indeks Sistem Merit
  2. Indeks Profesionalitas ASN
  3. Nilai SAKIP BKPSDM.

Agar pencapaian tersebut dapat terealisasi, perlu didukung dengan Program yang akan dilaksanakan, yang meliputi Pengelolaan Kepegawaian Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta Peningkatan Layanan Berbasis Digital, urai Rahman.

Pada Tahun 2025, BKPSDM Kota Depok, akan memperkenalkan Aplikasi Manajemen Talenta, yang menjadi salah satu langkah utama dalam akselerasi Aparatur Sipil Negara (ASN), terang Rahman

Dengan transformasi digital, diharapkan pelayanan Publik semakin efisien dan responsif terhadap kebutuhan Masyarakat, tegas Rahman.

Tantangan dan Solusi dalam Pengelolaan ASN.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Kota Depok, Nina Suzana (Nina), menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ASN.
Saat ini, jumlah ASN di Kota Depok mengalami penurunan sekitar 250 (Dua Ratus Lima Pulih) Pegawai setiap tahunnya, akibat Pensiun. Saat ini, jumlah ASN di Kota Depok mencapai 5.441 (Lima Ribu Empat Ratus Empat Puluh Satu) ASN, dan 1.549 (Seribu Lima Ratus Empat Puluh Sembilan) PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), yang harus melayani lebih dari +- (Lebih kurang) 2,4 (Dua koma Empat) Juta Penduduk di Kota Depok, papar Nina.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mendorong akselerasi ASN, dengan meningkatkan kapasitas digital Para Pegawai. ASN yang memiliki keterampilan di bidang teknologi dan inovasi, diharapkan, dapat menciptakan sistem yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan Publik, lanjut Nina.

Selain itu, Nina juga menekankan pentingnya efisiensi Anggaran dalam menjalankan Program-program prioritas Pemerintah. Dengan defisit Anggaran yang mencapai Rp. 300 Miliar (Tiga Ratus Milliar Rupiah), di perlukan langkah strategis dalam alokasi belanja dan efisiensi pengeluaran, agar target pembangunan dapat tercapai lebih cepat di tahun 2025.

Arah Kebijakan 2026: Mewujudkan ASN Profesional dan Adaptif.

Dalam forum ini, BKPSDM Kota Depok menegaskan komitmennya, dalam mendukung Visi-Misi dari Walikota dan Wakil Walikota Depok, khususnya dalam Transformasi Pelayanan Publik dan tata kelola pemerintahan berbasis digital, jelas Nina.

Melalui akselerasi ASN, Pemkot Depok berupaya mewujudkan birokrasi yang lebih profesional, inovatif, serta responsif terhadap perkembangan zaman.

Dengan sistem kepegawaian yang lebih modern dan berbasis teknologi, diharapkan pelayanan kepada Masyarakat dapat semakin optimal dan transparan, tutup Nina.

Acara ini di tutup dengan diskusi dan masukan dari Para Peserta, untuk menyempurnakan Program Kerja BKPSDM Kota Depok tahun 2026.

@Lando

By suara62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *