suara62.id | Kab. Tangerang — Perselisihan terkait akses jalan di kawasan Perumahan Cluster Villa Rizki Insani, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, memanas pada Minggu malam, 25 Oktober 2026. Penutupan akses oleh warga perumahan sekitar pukul 21.55 WIB berlanjut dengan keributan yang melibatkan penghuni perumahan dan masyarakat dari luar kawasan.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah polemik penggunaan akses perumahan sebagai jalur alternatif setelah longsor memutus akses Jalan H. Hambasry atau Jalan Rancahaur. Rekaman CCTV menjadi salah satu bahan untuk menelusuri kronologi penutupan akses dan ketegangan yang terjadi malam itu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada redaksi, Ketua RW 003 Rancahaur, Sohibul Abdullah, sebelumnya datang ke lokasi bersama beberapa warga. Ia disebut menyampaikan akan kembali bersama sejumlah warga lainnya dari luar perumahan.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kronologi yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Redaksi masih memerlukan konfirmasi langsung dari Sohibul Abdullah mengenai konteks pernyataan, alasan kedatangannya, serta versinya atas peristiwa yang terjadi. Rekaman CCTV juga perlu diperiksa secara utuh untuk memastikan rangkaian kejadian.

Warga Siapkan Demonstrasi terhadap Pengembang Siang Ini
Ketegangan pada Minggu malam tersebut terjadi menjelang rencana aksi demonstrasi penghuni Perumahan Cluster Villa Rizki Insani pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB.
Ketua Paguyuban penghuni menyampaikan kepada redaksi bahwa aksi tersebut direncanakan sebagai bentuk protes kepada pengembang perumahan. Warga disebut ingin meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas persoalan akses jalan yang berkembang menjadi perselisihan.
Menurut Ketua Paguyuban, rencana aksi itu telah dikomunikasikan kepada Polsek Pagedangan melalui sambungan telepon WhatsApp. Informasi mengenai komunikasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini disusun, demonstrasi tersebut masih berstatus rencana yang dijadwalkan berlangsung siang ini. Redaksi belum memperoleh konfirmasi independen mengenai tuntutan resmi warga maupun tanggapan pengembang terhadap rencana aksi tersebut.
Berawal dari Longsor, Berujung Perselisihan Akses
Polemik ini bermula dari longsor yang memutus akses Jalan H. Hambasry atau Jalan Rancahaur. Untuk membantu mobilitas masyarakat, akses melalui lingkungan Perumahan Cluster Villa Rizki Insani kemudian digunakan sebagai jalur alternatif.
Namun, penggunaan jalur tersebut memunculkan perbedaan kepentingan. Masyarakat di luar perumahan membutuhkan akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, sedangkan penghuni perumahan mengkhawatirkan dampak lalu-lalang kendaraan terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Penutupan akses pada Minggu malam menjadi perkembangan yang perlu ditelusuri dalam rangkaian perselisihan tersebut. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah bagaimana pengaturan jalur alternatif selama jalan umum belum dapat digunakan, sejauh mana koordinasi telah dilakukan, dan siapa yang bertanggung jawab memastikan penyelesaian berjalan dengan jelas.
Pengembang perlu memberikan penjelasan mengenai langkah yang telah ditempuh, termasuk komunikasi dengan penghuni, pemerintah setempat, dan masyarakat pengguna jalur alternatif. Sementara itu, perkembangan penanganan jalan yang terdampak longsor perlu dikonfirmasi kepada instansi yang berwenang.
Klarifikasi Para Pihak Masih Dinantikan
Redaksi berupaya memperoleh keterangan dari Sohibul Abdullah selaku Ketua RW 003 Rancahaur, pihak pengembang Villa Rizki Insani, serta Polsek Pagedangan mengenai kronologi keributan, penutupan akses, komunikasi terkait rencana demonstrasi, dan langkah untuk mencegah perselisihan berulang.
Keterangan para pihak diperlukan agar pemberitaan tidak hanya bertumpu pada satu versi kejadian. Rekaman CCTV, apabila tersedia secara utuh, juga perlu diperiksa sesuai konteks waktu dan rangkaian peristiwanya.
Persoalan ini membutuhkan penyelesaian yang dapat mengakomodasi kebutuhan akses masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni perumahan. Tanpa kejelasan mengenai pengaturan jalur alternatif dan penanganan jalan yang terdampak longsor, ketegangan berisiko terus berlanjut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
Via : (RP)