Suara62.id| CIKUPA, TANGERANG, — SMP Negeri 5 Cikupa menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif melalui gerakan anti-tawuran. Kepala SMPN 5 Cikupa, Nurhikmah, M.Pd., bersama Ketua Komite Sekolah, H. Nurdin, Bendahara Komite, Jaenudin, para guru, serta siswa dan siswi menyerukan pentingnya menjaga persatuan, kedisiplinan, dan keselamatan generasi muda.yang berlokasi di depan halaman sekolah SMPN 5 Cikupa Tangerang,pada hari Rabu 28 Oktober 2026.


Gerakan bertajuk “SMPN 5 Cikupa Bergerak, Stop Tawuran!” ini menjadi ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk menolak segala bentuk kekerasan, perkelahian antarpelajar, serta tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pihak sekolah menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan membangun sikap saling menghormati.

Kepala SMPN 5 Cikupa, Nurhikmah, M.Pd., menyampaikan bahwa pencegahan tawuran membutuhkan peran bersama antara sekolah, keluarga, komite, dan lingkungan masyarakat.


“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Kami mengajak seluruh siswa dan siswi untuk menjauhi tawuran, tidak mudah terprovokasi, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan bijaksana. Prestasi, kedisiplinan, dan masa depan harus menjadi prioritas para pelajar,” ujar Nurhikmah, M.Pd.

Menurutnya, pendidikan karakter harus terus diperkuat agar para siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu mengendalikan diri, dan memahami bahwa tindakan kekerasan bukanlah jalan keluar dalam menyelesaikan masalah.

Ia juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan komunikasi dengan anak-anak serta memberikan perhatian terhadap pergaulan mereka, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 5 Cikupa, H. Nurdin, menegaskan bahwa komite sekolah mendukung upaya pencegahan tawuran dan pembinaan karakter peserta didik.

“Kami dari komite sekolah mendukung penuh gerakan anti-tawuran ini. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan dibimbing bersama. Jangan sampai masa depan mereka rusak hanya karena pergaulan yang salah atau emosi sesaat. Mari kita tanamkan semangat persaudaraan, saling menghargai, dan menjaga nama baik sekolah,” ungkap H. Nurdin.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pihak sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun lingkungan yang positif bagi perkembangan generasi muda.

Guru dan Siswa Bersatu Tolak Kekerasan

Keterlibatan para guru dan siswa dalam seruan anti-tawuran menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya sekolah yang damai. Para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan positif, menolak ajakan tawuran, serta tidak ikut menyebarkan provokasi yang berpotensi memicu konflik.

Selain itu, siswa diimbau untuk mengutamakan prestasi akademik maupun nonakademik, mengembangkan bakat dan minat, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Gerakan ini juga menekankan pentingnya keberanian untuk menolak kekerasan dan melaporkan potensi konflik kepada guru atau pihak sekolah agar dapat ditangani secara tepat.

SMPN 5 Cikupa Bergerak untuk Masa Depan Generasi Muda

Melalui gerakan anti-tawuran, SMPN 5 Cikupa berharap seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pesan yang digaungkan pun jelas: pelajar harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber konflik. Menjaga persahabatan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan pendidikan merupakan langkah nyata untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dengan dukungan kepala sekolah, komite, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat, SMPN 5 Cikupa Bergerak untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas dari tawuran.

Salam pelajar berprestasi! Stop tawuran, raih masa depan gemilang!

— Redaksi Apang Supriyadi —

By suara62